Sabtu, 13 Desember 2014

SELALU BERLABUH

hari yang cerah beserta diri yang baru, menginjak pendidikan sekolah menengah pertama berbusana putih biru, membuat diriku berasumsi disinilah segala kenakalan diperbolehkan, ya benar inilah masa dimana manusia mulai memilih jalan hidupnya kedepan dan saya memilih kenakalan yang akan menjadi warna masa putih biru ini.
bayak pilihan kenakalan tetapi saya lebih memilih untuk masuk kedalam kenakalan cinta, meskipun tidak sekejam kenakalan-kenakalan lainya tapi ini jalan kenakalan yang saya pilih.
tepat semester satu dimulai gagahnya aku menyiapkan cinta sebanyak mungkin, di takutkan bakal bayak yang akan datang kepada ku, mungkin itu asumsi bagi mansia-manusia penuh cinta.

seorang sahabat yang mempunyai seorang wanita di hidupnya itu incaran cinta pertama dalam hidup saya hari berganti hingga minggu demi minggu akhirnya wanita pendamping sahabatpun jatuh hati kepadaku, berakhirnya hubunganmereka yang membuat aku langsung tancapkan panah cinta tepat di hatinya, dan sekarang dia menjadi cinta pertama saya. wanita yang anggun romantis yang sekarang menemani hidupku, hingga suatu ketika dia mempermainkan saya dengan adanya lelaki lain di balik hubungan kita, ingat betul selepas pelajaran pertama selesai tepatnya waktu istirahat, senyum bahagia terus terlontar sampai seketika ku hanya terdiam dan hanya bisa menatap sang pujaan hati bersama seseorang sedang makan bersama.
hari berganti tak ada pembicaraan antara kita berdua hingga akhirnya entah dan entah tentang hubungan ini, dan yang paling membuatku sakit dia selalu menghindar dan ku pastikan dia masuk kedalam kisah cinta yang tak jelas yang membuatku untuk berhenti bertahan dan menyudahi semua.

pengorbanan sampai permusuhan terjadi antara sahabat menjadi sia-sia, Andi sahabatku maafkan aku Qobul sahabat yang menyesal, Rosti wanita pendamping yang pergi begitu saja


BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar