3 tahun lalu dimana ada seorang gadis bernama Dian, dia seorang gadis yang benar-benar sempurna buat saya, dari segi apapun apalagi sifatnya yang benar-benar membuat saya nyaman ketika ada di dekatnya.
organisasi intra sekolah (Osis) yang mempertemukan saya dengan dia, awalnya selama di OSIS saya dan dian tidak pernah di pertemukan, apalagi ngobrol berdua ya wajarlah dulu saya berada di sekbid(seksi bidang) 1, sedangkan dia di sekbid 3,
singkat cerita saya dan dian sudah naik ke kelas 2 SMK, nah disinilah kami mulai saling mengenal dari kesepahaman kita ada yang tidak beres dalam organisasi yang kita naungi ini. berawal dari perdebatan yang dia selalu muncul dalam perdebatan membahas SerTiJab(serah terima jabatan) yang dimana waktu itu ingin di terlebih dahulukan dari LDKS(latihan dasar kepemimpinan siswa) dan keluar dari aturan yang sudah berlaku. sampai akhirnya sayapun ikut muncul dalam perdebatan itu sampai sampai kita saling mendukun argumen yang saling kita ucapkan kepada pemimpin rapat waktu itu. ya walaupun hasil akhir tetap kita kalah.... ironis benar, tapi saya dan dian tetap pada pendapat kita.
dan pada akhirnya setelah rapat selesai dia memanggil saya " Dimas...??" sayapun menjawab "iya..., ada apa dian??". diapun menjelaskan apa isi hatinya tenatang hasil rapat tadi " dim, kita harus melawan... organisasi ini tidak boleh di biarkan hancur seperti ini, tidak ada demokrasi-demokrasinya dim, pokoknya kita harus melawan", itulah yang di katakan Dian, saya pun terdiam dan mulai berpikir sampai akhirnya saya punya pemikiran, "oh iya... gimana kalau kita buat Partai, dimana kita kumpulkan orang-orang Organisatoris yang sependapat dengan pandapat kita ini, apalagi tentang MPK(majelis permusyawaratan kelas) dengan Osis sendiri yang sudah hampir 3 tahun ini kan kata para senior tak pernah akur, bagaimana??" dengan simple dianpun menjawab "siip..., besok kita rapat dulu berdua!! ini no. telpn aku dim!!", " ok, iya makasih"
hari berganti akhirnya sayapun mulai sms Dian "An, kamu dimana? jadi gak rapat partai? -Dimas-", tak lama kemudian dian memanggil saya dari kejauhan "Dim, sini!!!", terlihat Dian membawa seorang temannya sayapunlangsung jalan ke tempat Dian " jadi kah??", "jadi donk, oh iya kenalin ini Yuli, dia sependapat dengan kita Dim!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar